Lirik lagu Sami Yusuf Free
What goes through your mind?
As you sit there looking at me
Well I can tell from your looks
That you think I’m so oppressed
But I don’t need for you to liberate me
My head is not bare
And you can’t see my covered hair
So you sit there and you stare
And you judge me with your glare
You’re sure I’m in despair
But are you not aware
Under this scarf that I wear
I have feelings, and I do care
CHORUS:
So don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity…
My modesty
My integrity
So don’t judge me
Open your eyes and see…
“Why can’t you just accept me?” she says
“Why can’t I just be me?” she says
Time and time again
You speak of democracy
Yet you rob me of my liberty
And all I want is equality
Why can’t you just let me be free?
For you I sing this song
My sister, may you always be strong
From you I’ve learnt so much
How you suffer so much
Yet you forgive those who laugh at you
You walk with no fear
Through the insults you hear
Your wish so sincere
That they’d understand you
But before you walk away
This time you turn and say:
But don’t you see?
That I’m truly free
This piece of scarf on me
I wear so proudly
To preserve my dignity
My modesty
My integrity
So let me be
She says with a smile
I’m the one who’s free
'@_@'
Stelah mendengar dan mengikuti lirik lagu ini, entah kenapa saya jadi suka skali dengan lagu ini,
yah.. karena syarat dengan perjuangan seorang muslimah, di tengah komunitasnya yang tak mendukung.. Karena dia etap percaya diri walau berbeda, tetap mulia di tengah rusaknya ummat, tetap bebas ditengah masyarakat terbelenggu dunia. It's the real freedom...
subhanallah...
Jumat, 01 April 2011
Kamis, 31 Maret 2011
IPAL dan Biogas dari Limbah Tahu Sokaraja - Banyumas
Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas telah menerapkan teknologi dari Kementerian Ristek untuk pengolahan air limbah tahu di Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan ini BLH membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tahu di Grumbul Muntuk Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD. Limbah yang dialirkan ke IPAL tersebut berasal dari limbah industri kecil tahu milik 18 orang pengrajin tahu, dengan total jumlah produksi tahu sebanyak 740 kg kedelai per hari. Adapun jumlah limbah cair (laru) yang dihasilkan kurang lebih 5000 – 6000 liter per hari.
IPAL tahu tersebut pada prinsipnya menggunakan proses anaerobik dan aerobik. Untuk proses anaerobik digunakan biodigester anaerobik filter, sedangkan proses aerobik digunakan trickling filter. Filter yang digunakan dalam digester berupa rumpon, yaitu bambu yang dipotong kecil (5cm) dan direndam dengan starter kotoran sapi. Demikian pula media filter pada trickling filter digunakan potongan bambu. Efisiensi penurunan BOD dan COD IPAL tahu ini kurang lebih 60%. Disamping sebagai pengolah limbah tahu, IPAL ini juga menghasilkan biogas yang saat ini dialirkan ke 26 kompor warga secara bergiliran. Sebelum digunakan, biogas yang dihasilkan dari digester limbah tahu ditampung pada gas holder berbentuk floating drum berbahan fiberglass.
Keberadaaan IPAL tahu ini telah mampu mengurangi tingkat pencemaran air di daerah industri tahu Grumbul Muntuk tersebut, dimana sebelumnya limbah tahu dibuang begitu saja tanpa pengolahan. Lingkungan yang dulu terlihat kotor dan bau, kini menjadi lebih baik karena limbah tahu sudah dialirkan ke IPAL. Manfaat lain yang didapatkan warga yaitu dengan adanya biogas yang dapat mereka manfaatkan untuk memasak. Meskipun demikian, masih ada beberapa kelemahan dari IPAL dan biogas ini, sehingga perlu analisis dan perbaikan agar bisa berjalan lebih optimal. Kelemahan tersebut diantaranya adalah lemahnya kesadaran warga untuk membuang laru tanpa tercampur dengan limbah lain (dari air cucian, dll), sehingga pembentukan gas methan pada digester kurang optimal. Perbaikan yang mungkin dilakukan adalah dibuatnya saluran khusus yang memperkecil kemungkinan masuknya limbah selain laru pada saluran tersebut, sehingga biogas dapat terbentuk lebih optimal. Keberhasilan IPAL dan biogas ini tidak akan pernah lepas dari partisipasi masyarakat, sehingga peran serta masyarakat setempat sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan IPAL dan Biogas dari limbah tahu tersebut.
Minggu, 11 Juli 2010
Seorang muslim itu...
Saudaraku,
Ibarat pohon Akarnya kuat menancap, batangnya kokoh menjulang, dahan dan rantingnya indah menyabang, daunnya lebat segar dipandang.. sungguh menyejukkan, buahnya banyak dan nikmat. Jika seorang melemparnya batu, ia akan membalas dengan buahnya.
Begitulah seorang muslim,
Akar yang kuat ibarat aqidah yang mantap, menjadi pondasi kokoh bagi keimanan muslim,
Batangnya kokoh ibarat kuatnya keyakinan, tak tergoyahkan walau diterpa hujan, banjir, badai,
Dahan dan rantingnya ibarat cabang-cabang kemanfaatan, tangan-tangan yang siap menyemaikan kebajikan,
Daunnya lebat, menjadi peneduh bagi jiwa-jiwa di sekelilingnya, lingkaran kebaikan bagi semesta,
Buahnya ibarat puncak manfaat imannya, selalu dinanti dirindu banyak orang.
Jikapun dicaci, dihina, disakiti, ia akan tetap membalas dengan kebaikan-kebaikan.
Indahnya menjadi seorang muslim...
Maka sekarang, tanyakan pada diri, sudahkah kita menjadi sorang muslim yang sejati??
I’m proud to be a muslim!
Ibarat pohon Akarnya kuat menancap, batangnya kokoh menjulang, dahan dan rantingnya indah menyabang, daunnya lebat segar dipandang.. sungguh menyejukkan, buahnya banyak dan nikmat. Jika seorang melemparnya batu, ia akan membalas dengan buahnya.
Begitulah seorang muslim,
Akar yang kuat ibarat aqidah yang mantap, menjadi pondasi kokoh bagi keimanan muslim,
Batangnya kokoh ibarat kuatnya keyakinan, tak tergoyahkan walau diterpa hujan, banjir, badai,
Dahan dan rantingnya ibarat cabang-cabang kemanfaatan, tangan-tangan yang siap menyemaikan kebajikan,
Daunnya lebat, menjadi peneduh bagi jiwa-jiwa di sekelilingnya, lingkaran kebaikan bagi semesta,
Buahnya ibarat puncak manfaat imannya, selalu dinanti dirindu banyak orang.
Jikapun dicaci, dihina, disakiti, ia akan tetap membalas dengan kebaikan-kebaikan.
Indahnya menjadi seorang muslim...
Maka sekarang, tanyakan pada diri, sudahkah kita menjadi sorang muslim yang sejati??
I’m proud to be a muslim!
Langganan:
Postingan (Atom)
